Kamis, 27 Oktober 2011

MLM : BISNIS 5 eMber


Copas dari tulisan  : Ahmad Gozali Cash flow dan investasi


Bisnis 5 eM adalah bisnis yang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan modal sesendok, kita bisa dapat keuntungan sampai 5 eMber. 
Caranya mudah sekali, cukup dengan mendaftar dan menyetorkan biaya pendaftaran. Gak perlu merasa rugi, biayanya toh cuma sesendok saja. Jauh lebih murah daripada biaya listrik Anda sebulan. Kalaupun tidak berhasil, anggap saja beramal. 
Gak perlu kerja keras lagi, gak usah pusing-pusing lagi, cukup dengan mencari 4 orang untuk bergabung dengan Anda dalam bisnis ini maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Dengan mengikuti bisnis ini, Anda akan kaya, dan Anda akan membuat orang lain juga menjadi kaya. Luar biasa sekali bukan…? 

Pernah mendapatkan tawaran seperti itu atau yang sejenisnya? Saya yakin sudah. Karena penawaran seperti ini sekarang ini luar biasa sekali bayaknya. Mulai dari yang tradisional dengan kertas fotokopian yang disebarkan atau ditaruh di bilik ATM, sampai pada yang modern yang diedarkan melalui imel di internet. Mulai dari yang murah meriah hanya lima puluh ribu rupiah, sampai yang cukup mahal beberapa juta rupiah.
Penawaran-penawaran “bisnis” seperti ini layaknya kita telaah lebih dulu sebelum tergiur untuk masuk ke dalamnya. Walau semenarik apapun tawaran dari mereka, prinsip dasar yang harus kita ingat adalah Halal-Berkah-Bertambah. Diantara berbagai penawaran investasi dan bisnis, ingat selalu untuk pilih hanya yang halal, diantara yang halal pilihlah yang paling banyak membawa manfaat untuk banyak orang (berkah), dan diantara yang halal dan berkah, barulah kita pilih mana yang keuntungannya paling besar.
Kalau sebaliknya kita cari dulu yang untungnya paling besar, baru kemudian kita pelajari apakah itu halal dan berkah, khawatirnya adalah kita akan terlanjur tergoda dengan iming-iming keuntungan yang besar. Padahal Al-Qur’an sudah dengan tegas menyebutkan “Tidaklah sama antara yang baik dengan yang buruk, walaupun yang buruk itu sangat menarik hatimu”.
Saudaraku, saya ingin mengajak kita semua untuk menelaah kembali beberapa penawaran “bisnis” atau “investasi” yang akhir-akhir ini sangat marak, namun meresahkan. Saya beri tanda kutip karena tidak semua yang disebut bisnis atau investasi itu benar-benar layak disebut bisnis dan investasi. Saya sebut marak namun meresahkan karena kuantitas penawarannya sudah mulai mengganggu, dan isinya pun sudah mulai memasuki ranah pelanggaran hukum dan merugikan beberapa pihak tertentu.
Bisnis adalah kegiatan muamalah yang pada intinya adalah terjadi pertukaran atau jual beli, baik itu jual beli barang ataupun jasa/manfaat. Sedangkan investasi, bisa berupa penggabungan (syirkah) yang nantinya juga harus melibatkan proses jual-beli. Bisa dibilang kegiatan inti muamalah adalah terjadinya transaksi jual beli.
Nah, sekarang coba pelajari skema berikut ini:
A merekrut B, C dan D agar mereka menjadi anggota dan membayar uang keanggotaan. Uang keanggotaan tersebut selajutnya dibagi-bagikan kepada A dan upline-nya. Jadi A mendapat bonus hanya karena merekrut saja. Lalu untuk apa B, C, D direkrut? Apa kepentingannya? Agar mereka juga bisa merekrut orang lain, yaitu E,F,G sampai Z. Lho… untuk apa lagi merekrut E sampai Z? agar mereka mau bayar biaya anggota untuk membayar bonus B, C, D serta A. Dan begitu seterusnya.
Dengan skema di atas, kapan dan dimana terjadi transaksi bisnis? Atas dasar apa A berhak menerima bonus alias uang pendaftaran B,C,D? Lalu bagaimana caranya B,C,D mendapatkan keuntungan? Mereka harus menarik lagi uang keanggotaan dari E sampai Z agar bisa dapat bonus juga yang diambil dari biaya keanggotaan member baru tersebut. Jelas sekali terlihat sama sekali tidak ada transaksi bisnis disini, yang ada adalah downline setor pada uplinenya, agar downline tersebut dapast bonus dia harus cari lagi downline, dan seterusnya. Sama sekali tidak ada transaksi bisnis…!
Skema seperti ini sering disebut sebagai skema pyramid, atau arisan berantai, atau money game, atau penamaan lainnya yang lebih canggih supaya tidak terkesan negatif. Saya sendiri menyebutnya sistem vampire alias Drakula. Vampire dan drakula menghisap darah dari korbannya agar bisa bertahan hidup, korban yang sudah dihisap darahnya otomatis akan menjadi drakula juga, sehingga ia harus mencari korban lain untuk dihisap juga darahnya. Korban berikutnya juga akan menjadi drakula dan harus mencari korban lagi agar ia bisa terus bertahan hidup. Sama persis kan dengan skema pyramid di atas?
Lho… itu kan sama saja dengan MLM! Begitu biasanya sanggahan yang datang dari para pelakunya.
Ketahuilah, perbedaan system vampire dan MLM sangat berbeda jauh.
System MLM yang benar memberikan bonus pada membernya berdasarkan hasil penjualan produk sebagaimana pedagang biasa. Agar bisa meningkatkan penjualan produk, member MLM mencari downline untuk dijadikan grupnya karena hasil penjualan bisa dihitung secara kolektif dengan anggota grupnya. Jadi jelas sekali, tujuan merekrut dalam MLM adalah untuk meningkatkan penjualan. Kalau member yang direkrut tidak menjual, maka tetap tidak bisa mendapatkan bonus, itulah MLM yang benar. Jadi intinya adalah tetap pada penjualan produk, bukan asal rekrut dapat bonus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar